Kamis, 25 April 2013

DESAIN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATF

DESAIN PENELITIAN KUALITATIF DAN KUANTITATF
Makalah Ini Di Susun Untuk Memeuhi Tugas Dan Dipresentasikan Untuk Di Diskusikan Dalam Perkuliahan Semestester VI
Mata Kuliah :
Metodologi Penelitian




Oleh :
Ahmad Jazilul Irfan
Dosen Pembimbing :
Moch. Ulumuddin MA.
SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AT-TAHDZIB (STAIA)
JURUSAN SYARI’AH PRODI MU’AMALAH
NGORO-JOMBANG 2013
BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar Belakang
Menyusun rancangan penelitian adalah salah satu bagian penting dalam penelitian yang akan dilakukan, sebab dia merupakan bagian integral dari tahap-tahap dalam proses penelitian. Rancanagan penilitian baru disusun, setelah peneliti menetapkan masalah dan menetapkan jenis penelitian berdasarkan paradigma, pola fikir dan strategi penelitian yang akan digunakan. Apakah penelitian kualitatif atau penelitan kuantitatf, maka langkah berikutnya adalah menyusun rancangan penelitian atau desain penelitian menurut jenis penelitian yang dipilihnya.
Rancangan penelitian untuk istilah populer reseach desaign seperti yang banyak terdapat dalam buku-buku penelitian, ada beberapa alasan untuk itu, pertama, memang benar salah satu arti desaign ialah rencana, tetepi jika dikaji lebih lanjut, kata desaign  dapat berarti pula, pola, potongan, bentuk, model, tujuan dan maksud, kedua pengertian reseach desaign diartikan oleh campdell dan stanley (1966) sebagai tahap perlakuan sebelum dan sesudah eksperimen, dalam disertai nancy chism (1984:52-53) memandangnya sebagai tahap-tahap pelakasanaan pengumpulan data[1].

B.       Rumusan masalah
1.      Bagaimana Pengertian antara desain penelitian dan rancangan penelitian secara umum?
2.      Bagaimana kaitannya desain penelitian dengan paradigma penelitian yang meliputi ontologi, epistemologi, dan metodologi penelitian?
3.      Bagaimana strategi penelitian dalam desain penelitian?
4.      Bagaimana desain penelitian kualitatif dan kuantitatif?







BAB II
PEMBAHASAN
A.      Pengertian Desain Penelitian
Definisi desain mengatakan bahwa (design) penelitian adalah rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai ancar–ancar kegiatan yang akan dilaksanakan. Desain penelitian ini merupakan kerangka atau perincian prosedur kerja yang akan dilakukan pada waktu meneliti, sehingga diharapakan dapat memberikan gambaran dan arah mana yang akan dilakukan dalam melaksanakan penetian tersebut, serta memberikan gambaran jika peneletian itu telah jadi atau selesai penelitian tersebut diberlakukan. Desain penelitian yang baik dapat memudahkan kita dalam melakukan penelitian.
Adapun definisi desain penelitian telah dipaparkan diatas, yaitu rencana atau rancangan yang dibuat oleh peneliti, sebagai ancar–ancar  kegiatan yang akan dilaksanakan, disini terlihat bahwa ruang lingkup metode penelitian lebih luas dari pada desain penelitian, dan desain penelitian masuk dalam bagian dari metode penelitian, hal ini terjadi karena untuk melakukan penelitian, maka cara ilmiah yang kita gunakan adalah metode penelitian, dan prosedur–prosedur didalamnya sangat banyak dan luas, lalu desain penelitian merupakan salah satu langkah yang dilakukandalam menggunakan metode penelitian, karena selain desain penelitian, masih banyak  prosedur yang harus dilalui.
Suatu desain atau rancangan penelitian yang baik baru bisa dibuat, bila peneliti telah menguasai paling tidak tiga jenis pengetahuan.
  1. Mengetahui dengan benar, bahwa keputusan memilih salah satu jenis penelitian, kuantitatif atau kualitatif, telah disadari oleh kajian yang mendalam konsistensi dengan filsafat ilmu, logika (pola fikir) dan paradigma yang dianutnya.
  2. Mengusai dengan baik bidang ilmu yan akan digunakan  untuk membedah fenomena atau memecahkan masalah yang akan diteliti, sehingga memudahkan untuk mengidentifikasi komponen teori yang melekat pada fenomena atau masalah yang akan dipecahkan. 
  3.   Mengusai metodologi penilitian baik secara teori maupun praktek.
Berdasarkan tiga jenis ilmu tersebut, terutama ilmu pengetahuan yang terkait dengan fenomena  atau masalah yang akan diteliti, maka peniliti dapat menetukan sasaran studi sekaligus sumber-sumber data serta menentukan jenis variabel berikut indikator yang akan dicari. Selanjutnya dengan mudah peneliti menentukan metode pengumpulan datanya, instrumen pengumpulan data  dan sekaligus metode analisis data yang akan digunakan.
Dengan memulai studi pendahuluan dan kajian pustaka, maka peneliti dapat merancang desain penilitian, dimana peneliti  berusaha menata hubugan organik antara variabel dan sekaligus bisa mengeliminasi variabel yang akan diteliti, sehingga kerangka konseptualisasinya dapat ditata sebagai penjajakan, pengembangan, pengkonstruksi teori, pendeskripsi teori, pendiskripsi fenomena, atau hubungan kausulitas. Konseptualisasi tersebut, dapat ditata berdasarkan pemikiran logik dan dapat pula ditata berdasarkan pengalaman empirik.
Jadi dengan desain penelitian mengkuti strategi yang digunakan, strategi mengikuti pola fikir yang dianut mengiuti paradigma. Dengan demikian, maka desain penelitian dapat digunakan sebagai salah satu alat dan petunjuk konkrit bagaimana melakukan penelitian, baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif, maka dari itu, seorang peneliti perlu menyusun sebuah rancangan atau desain penelitian sesuai dengan tata konstruksi perencanaan dan kerangka konseptualisasi yang disusunnya.
Dalam tahap ini, peneliti sudah berhasil menyusun hipotesis (bagi penelitian kuantitatif) atau menetapkan fokus penelitian (pada penelitian kualitatif), sehingga dengan jelas ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan, bertitik tolak dari hipotesis atau fokus penelitian inilah, desain penelitian disusun.
Dalam desain penelitian, pembicaraan ditekankan pada segi-segi yang terkait dengan metode penelitian, seperti pembahasan tentang:
1.      Tata konstruksi variabel
2.      Populasi dan sampel/lokasi informan
3.      Instrumantasi pengumpulan data atau teknik perekaman data
4.      Uji instrumen uji hasil penelitian
5.      Teknik analisa data
6.      Makna internal dan eksternal hasil penelitian
Sampai saat ini, masih ada perbedaan pemahaman tentang makna dan fungsi rancangan penelitian (desain penelitian). Proposal penelitian berisi proposal penelitian (usulan penelitian). Proposal penelitian berisi rencana seluruh kegiatan penelitian yang akan dilakukan dari masalah yang akan diteliti sampai biaya dan pelaksana penelitian. Dan desaian penelitian di tempatkan pada sebuah metodologi dalam sebuah proposal penelitian. Sebuah desain penelitian akan menjelaskan secara rinci hal-hal yang terkait metodologi penelitian, seperti enam poin yang dibahas diatas, sehingga orang tau persis proses penelitian yang dilakukan oleh peneliti. Hal ini penting sebagai pengecekan ulang hasil penelitian (oleh orang atau peneliti lain) bila diketemukan keraguan atas hasil penelitian tersebut[2].
Namun sebenarnya, proposal penelitian lebih luas cakupan informasinya, dibanding desain penelitian, dengan proposal penelitian orang bisa mengetahui alur ilmiahnya suatu penelitian, sebab dalam proposal penelitian sudah harus dilengkapi dengan kajian teori dan kalian pustaka yang mantab dan meyakinkan. Dalam artian proposal inilah kebanyakan para ahli penelitian menggunakan istilah rancangan penelitian untuk menyebut proposal penelitian.
Ada tiga istilah dalam penelitian yang sering dikacaukan pengertiannya, yaitu TOR penelitian, proposal penelitian dan desain penelitian, TOR penelitian singkatan dari term of reference penelitian, yatu petunjuk umum rambu-rambu tentang apa yang harus diteliti yang diberikan lembaga atau instansi penyandang dana pada peneliti. Proposal peneltian yaitu keseluruhan rancangan dari suatu penelitian yang akan dilakukan oleh peneliti, format proposal biasanya sudah ditentukan oleh lembaga atau instansi terkait. Desain penelitian adalah rancangan khusus mengenai metodologi penelitian yang akan dilakukan terkait masalah yang akan diteliti, desain ini ada didalam proposal pada bagian metode penelitian.
Untuk itu, penggunaan istilah rancangan penelitian, bisa dimaknai dua macam, yakni pertama makna rancangan penelitian dalam arti sempit, yaitu khusus membicarakan metodologi penelitian yang ditempatkan pada bagian metode penelitian dalam proposal penelitian dan kedua makna rancangan penelitian dalam arti luas yaitu digunakan untuk menyebut proposal penelitian.
Pada umumnya orang membedakan dua kelompok desain penelitian yaitu desain penelitia kualitatif dan desain penelitian kuantitatif. Sebagai penelitian ilmiah baik peneltian kualitatif maupun kuantitatif, keduanya memerlukan sebuah desain yang cocok dengan model penelitiannya, dari desain ini pula kita dapat mengetahui model penelitian yang digunakan , apakah penelitian kualitatif atau penelitian kuantitatif.
Pertimbangan penting apakah peneliti memilih model penelitian kuantitatif ataukah model penelitian kualitatif, tergantung pada apa akan dilakukan peneliti terhadap data yang dicari. Kalau dia ingin melakukan ukuk-mengukur dalam pengumpulan data, maka model penelitian yang tepat adalah model penelitian kuantitatif, kalau dia ingin mengetahui makna dibalik data yang dihadapi, maka model penelitian kuantitatif yang cocok.
Ada empat pertanyaan dasar dalam berbicara desain penelitian (Norman K Denzin, Yvonna S Lincoln, Ed. 1994,200), yaitu[3]:
1.      Bagaimana peneliti akan menghubungkan desain dengan paradigma yang digunakan, yaitu bagaimana data empiris akan dimasukkan dan atau akan berinteraksi pertanyaan dalam paradigma?
2.      Apa atau siapa yang akan diteliti?
3.      Strategi apa yang digunakan dalam penelitian?
4.      Metode atau alat apa yang akan digunakan dalam mengumpulkan data dan mengelolah data?
Berdasarkan pertanyaan dasar ini, maka sebelum peneliti menyusun desain, harus memilih paradigma penelitian lebih dulu. Perlu dijelaskan, bahwa para paradigma teridri dari tiga elemen, yaitu elemen ontologi, elemen epistemologi, elemen metodologi. Ketiga elemen tersebut harus sinkron.
Agar Bisa menghubungkan paradigma ini dengan data empiris, maka dengan prespektif teoritik tertentu, peneliti bisa mengenal pola pikir yang digunakan dalam menyusun proposisi dan pola hubungan antar konsep dalam fenomena yang dihadapi. Dari pola pikir hubungan antara konsep inilah, bisa ditentukan data variabel apa yang akan dicari.
Dari pola hubungan antar konsep dan macam variabel atau data yang sudah diketahui, akan dengan mudah menentukan sumber data untuk menjawab pertanyaan dasar kedua yaitu apa dan siapa yang diteliti. apa dan siapa ini bisa benda-benda, individu, kelompok, bisa lembaga dan sebagainya. Bila siapa yang dijadikan sumber data, maka bisa ditentukan populasi, sampel, responden, informasinya sesuai dengan model penelitiannya. Untuk menggali data dengan baik, di perlukan strategi penelitian tertentu menurut tuntutan dari model penelitiannya. Dari strategi penelitian inilah desain penelitian disusun.
Sejalan dengan perkembangan ilmu teknologi, maka berkembang pula strategi penelitian sebagai landasan penyusunan desain, strategi ini lebih ditekenken pada metode penelitian, meskipun bertumpu  pada pandangan ontologi dan epistemologi, kemudian dengan pola pikir tertentu, muncullah strategi penelitian. Dibawah ini disajikan bermacam-macam strategi penelitian sekaligus desainnya[4].
Dari paradigma ilmiah, inilah muncul beberapa strategi penelitian anatara lain:
Strategi penelitian                                                     desain penelitian
1.      Diskriptif                                                               desain diskriptif
2.      Korelasi                                                                 desain Korelasi           
3.      Kausal                                                                   desain  Kausal
4.      Komparatif                                                            desain komparatif
5.      Experimental                                                         desain experimental
6.      Quasi experimental                                               desain Quasi experimental
7.      Action research                                                     desain action research
Dst.
Dari paradigma alamiah, muncullah beberapa strategi  peelitian antara lain:
1.      Fenomenologi                                                       desain fenomenologi
2.      Case study                                                                        desain case study
3.      Grounded theory                                                  desain grounded research
4.      Historical method                                                 desain historis
5.      Ethnomethodology                                               desain Ethnomethodology
6.      Ethnography dan partisipant observation             desain Ethnography
7.      Biographical method                                             desain Biography
Dst.
Setelah desain ditentukan, maka berdasarkan sumber dan variabel yang akan dicari, maka dengan mudah pula pengumpulan datanya, instrumen pengumpulan data dan sekaligus metode analisis data yang akan digunakan. Proses inilah yang harus dituangkan dalam sebuah desain penelitian.
Sebuah rancangan penelitian dapat memberikan gambaran awal pada peneliti tentang suatu proses dalam perjalanan kegiatan penelitian. Rancangan penelitian diharapkan dapat menjadi semacam penuntun bagi peneliti untuk memasuki tahap-tahap penelitian selanjutnya, terutama tahap pengumpulan data dan analisis data.
Perlu diketahui bahwa rancangan penelitian memiliki beberapa fungsi, antara lain:
1.      Memberi peneliti sebuah cetak biru (blue print) untuk mempelajari pertanyaan-pertanyaan atau variabel-variabel penelitian.
2.      Menetapkan batas-batass kegiatan penelitian dan memungkinkan peneliti menyalurkan dalam beberapa arah yang spesifik.
3.      Memungkinkan peneliti mengantisipasi masalah-masalah yang mungkin muncul dalam pelaksanaan penelitian.
Rancangan Penelitian Jelas berbeda dengan laporan hasil penelitian, tetapi beberapa bagian laporan penelitian, berasal dari racangan penelitian seteleh melalui penyesuaian–penyesuaian tertentu. Perbedaan tersebut terutama dalam penggunaan langgam bahasa. Langgam bahasa yang digunakan dalam rancangan penelitian berbeda dengan laporan penelitan, misalnya saja, sebagian besar kata kerja yang digunakan dalam rancangan penelitian, lebih berbentuk masa yang akan datang dan sedang berlangsung. Sedangkan kata kerja dalam laporan penelitian lebih banyak dalam bentuk masa lampau.
Dalam khazanah metodologi, rancangan penelitian kualitatif berbeda dengan rancangan penelitian kuantitatif, kendatipun dalam konteks tertentu mengandung prinsip-prinsip yang sama, rancangan penelitian kuantitatif dibuat sangat ketat, rinci dan sedikit banyak kaku sifatnya. Sementara  rancangan penelitian kualitatif bersifat luwes, tidak terlalu rinci serta memberikan kemungkinan perubahan-perubahan, manakala ditemukan hal-hal yang lebih penting dan unik tapi bermakna dilapangan.  
Apapun jenis peneltian yang hendak dilakukan, tetap perlu  disusun rancangan penelitian sebelumya, jenis penelitian dan bentuk penelitian apapun, pada dasarnya dalam rancangan penelitiannya harus mengandung dua aspek penting, yakni permasalahan berikut tujuan penelitian dan metode yang akan digunakan. Namaun ketika dituangkan dalam bentuk proposal tertulis, tentu saja harus di lengkapi dengan aspek-aspek lainnya agar lebih lengkap dan sempurna.
Dalam suatu penelitian, baik penelitian kuantitatif maupun kualitatif, aspek atu unsur utama yang menjadi isi dari rancangan (proposal) penelitian pada umumnya adalah:
1.    Latar belakang masalah penelitian
2.    Ruang lingkup/fokus penelitian
3.    Perumusan masalah
4.    Tujuan
5.    Kajian teori dan tinjauan pustaka/kajian pustaka
6.    Metode yang digunakan

B.     Kerangka Penulisan Laporan Penelitian
Kerangka penulisan laporan penelitian, pada umumnya dapat dibedakan menjadi dua macam yaitu kerangka laporan penelitian untuk mencapai gelar dan kerangka laporan penelitian sebagai kegiatan profesi. Kerangka penulisan laporan untuk mencapai gelar keserjanaan atau status akademik tertentu biasanya lebih dituntut ketelitian penulis, disamping juga kelengkapan komponen penelitian yang harus dipenuhi. Untuk penelitian yang digunakan sebagai kegiatan profesi, kelengkapan komponen penelitian tidak terlalu dituntut keberadaanya. Bagian utama yang sering dihilangkan antaranya adalah bab dua tentang landasan teori. Hal ini terjadi, karena lembaga profesi pada umumnya kurang menuntut landasan teori, karena beberapa alasan seperti misalnya,
a.       landasan teori yang berisi kajian pustaka sudah dibuat secara integral sesuai dengan pembahasan yang relevan.
b.      tanpa landasan teori laporan penelitian lebih terfokus kepada   profesi. Berikut adalah contoh kerangka desain penelitian yang digunakan untuk keperluan mencapai gelar akademis, diambil dari sebuah penelitian berjudul“Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah Perempuan: Studi Kasus di SMU Negeri 9dan SMU Budyawacana 1 Yogyakarta” (Abdul azis: 2003) :- Abstrak - Lembar pengersahan- Kata pengantar - Daftar isi- Daftar tabel- Daftar gambar - Daftar lampiran:
BAB I. Pendahuluan
         latar belakang• Identifikasi permasalahan• Pembatasan masalah• Fokus penelitian• Tujuan penelitian• Manfaat penelitian
BAB II. Kajian Pustaka
-          Definisi kepemimpinan- Tujuan dan fungsi kepemimpinan- Kempimpinan yang efektif - Teori Kepemimpinan situasional- Kajian penelitian yang relevan- Kerangka pikir penelitian- Sistematika pembahasan
BAB III. Metodologi Penelitian
-          Gambaran umum tentang sekolah atauobyek - Waktu dan setting penelitian- Instrumen penelitian- Teknik pengumpulan data- Keabsahan data- Sistematika pembahasan
BAB IV. Penelitian dan Pembahasan
-          Diskripsi latar penelitian- Fungsi kepala sekolah dan pendekatankepemimpinannya- Indikator efektifitas kepemimpinan- Kecenderungan pendekatankepemimpinan- Dampak perilaku kepemimpinankepala sekolah
BAB V. Kesimpulan dan saran
-          Kesimpulan- Implikasi- Saran-saran- Keterbatasan penelitian- Daftar Pustaka- Lampiran.

C.      Desain Penelitian Kualitaif 
Pada penelitian kualitatif, bentuk desain penelitian dimungkinkan bervariasi karena sesuai dengan bentuk alami penelitian kualitatif itu sendiri yang mempunyai sifat emergent dimana phenomena muncul sesuai dengan prinsip alami yaitu pehenomena apa adanya sesuai dengan yang dijumpai oleh seorang peneliti dalam proses penelitian dilapangan. Penelitian kualitatif dapat dipandang juga sebagai penelitian partisipatif yang desain penelitiannya memiliki sifat fleksibel atau dimungkinkan untuk diubah guna menyesuaikan dari rencana yang telah dibuat, dengan gejala yang ada pada tempat penelitian yang sebenarnya. Oleh karena seorang peneliti belum mengetahui tentang responden dan apa yang akan ditanyakan kepada mereka, maka mereka diperbolehkan melakukan perubahan. Sedangkan posisi perencanaan sebelum penelit iterjun dilapangan adalah untuk meyakinkan bahwa mereka mengetahuai kegiatan minimal apa yang perlu dilakukan di lapangan.
D.      Unsur-unsur rancangan penelitian kulitatif
1.         penentuan fokus penelitian, adalah penetuan masalah, masalah dalam hal ini adalah hal yang membingungkan akibat adanya kaitan dua faktor atau lebih, faktor dalam hal ini dapat berupa kosep, data empiris, pengalaman, atau unsur lainnya yang apbila ditempatkan dalam hal yang berkaitan akan menimbulkan persoalan atau kesukaran, maksu dan tujuan penelitian adalah memecahkan persoalan yang timbul itu. Hal itu dilakukan hal itu dilakukan dengan mengetahui pengetahuan secukupnya yang mengarahkan seseorang pada upaya memahami dan menjelaskannya, kegiatan itu terjadi sebagai proses dialektis yang berperan yang berperan sebagai proposisi tesis dan anitesisyang membentuk masalah kedalam suatu jenis sintesis
2.         penetuan kesesuain paradigma dengan fokus, paradigma pada dasarnya berakar pada seperangkat kepercayaaan seseorang yang disebut aksioma.
3.         Penetuan kesesuaian paradigma dengan teori substantif yang membimbing studi Jika suatu teori muncul dar data, maka harapanya adalah teori itu taat asas dengan paradigma metodologis yang menghasilkannya, hal itu akan menjadi persoalan apabila teori itu merupakan sesuatu  yang digunakan oleh peneliti untuk diuji.
4.         Penentuan darimana dan dari siapa data dikumpulkan.
5.         Penentuan tahap-tahap penelitian
a.         Tahap orientasi dan memperoleh gambaran umum, dengan pengetahuan dasar penelitian dasar peneliti tentang situasi lapangan berdasarkan bahan yang dipelajari dari berbagai sumber, pada tahap ini diperlukan pendekatan terbuka pada responden, tujuanya meperoleh informasi latar yang nantinya diikuti tahap merinci informasi yang diperoleh pada tahap berikutnya.
b.        Eksplorasi fokus adalah peneliti menyediakan waktu untuk menyusun petunjuk memperoleh data, seperti petunjuk wawancara dan pengamatan. Pada tahap ini pengumpulan data dilakukan. Kemudian analisis data dan diikuti laporan analisis.
c.         Tahap pengecekan dan pemeriksaan keabsahan data.
6.         Pentuan teknis penelitian, pemilihan teknik pada dasarnya dibimbing oleh fokus dan situsi, serta jadwal yang telah ditetapkan.
7.         Perencanaan dan pencatatan data, teknik pengumpulan data pertama-tama digunakan pada umumnya adalah wawancara, pengamatan, pengumpulan dokumen dan semacamnya, untuk melakukan tekni-teknik tersebut diperlukan persiapan , seperti menyusun protokol wawancara dan petunjuk pengamatan.
8.         Perencanaan prosedur pelakasanaan analisis data
9.         Perencanaan perlengkapan data, meliputi: pertimbanagan logistik secara keseluruhan sebelum proyek, pengadaan perlengkapan sebelum terjun kelapangan, perencanaan perlengkapan sewaktu dilapangan,penyiapan logistik sesudah dilapangan, dan perencanaan logistik untuk mengakhiri dan menutup kegiatan.
10.     Perencanaan untuk pemeriksaan keabsahan data.

E.       Desain Penelitian Kuantitatif 

Desain penelitian kualitatif merupakan:
1.         Rencana untuk memilih sumber-sumber dan jenis informasi yang dipakai untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan penelitian
2.         Kerangka kerja untuk merinci hubungan-hubungan variabel dalam penelitian.
3.         Cetak biru yang memberi garis besar dari setiap prosedur mulai dari hipotesis sampai analisis data.
Penengelompokan desain penelitian Kualitatif dalam desain penelitian terdapat sejumlah desain penelitian yang berbeda, hingga kini belum ada pengelompokkan desain yang dapat dirujuk. Menurut Cooper dan emory (1996) desain penelitian dapat dikelompokkan dengan delapan prespektif, sebagai berikut[5]:
1.         Kondisi sejauhmana masalah penelitian telah dirumuskan (studinya dapat bersifat formal atau penjajakan)
2.         Metode pengumpulan data (studinya dapat berupa pengamatan atau survei)
3.         Kemampuan peneliti untuk menampilkan dampak-dampak dalam variabel-variabel yang diteliti (dua jenis penelitian utama dalah penelitian eksperimental dan expost facto)
4.         Tujuan penelitian (studi penelitian dapat deskriptif atau kausal)
5.         Dimensi waktu (penelitian dapat berupa analisi lintas seksi atau data berkala)
6.         Ruang linkup topik-luas dan kedalaman-peneltian (berupa studi kasus atau studi stastistik)
7.         Lingkungan penelitian (kebanyakan penilti bisnis dilakukan dilapangan, meskipun ada juga penelitian labolatorium: jenis lain dalah simulasi)
8.         Persepsi subjek mengenai penelitian (adakah mereka merasakan penyimpangan-penyimpangan dalam kegiatan ruti mereka sehari-hari).
Pandangan agak lebih jelas dan sistematis santoso dan cipto(2001) mengklasifikasikan desain penelitian menjadi dua desain penelitian, yaitu[6]:
1.    Desain penelitian eksploratif adalah penelitian yang tujuan utamanya memberikan gagasan, wawasan dan pemahaman, atas situasi permasalahan yang dihadapi peneliti.
2.    Desain penelitian konklusif adalah tujuan utamanya untuk menguji hipotesis  dan hubungan spesifik tertentu.





BAB III
KESIMPULAN
Desain penelitian ini merupakan kerangka atau perincian prosedur kerja yang akan dilakukan pada waktu meneliti, sehingga diharapakan dapat memberikan gambaran dan arah mana yang akan dilakukan dalam melaksanakan penetian tersebut, serta memberikan gambaran jika peneletian itu telah jadi atau selesai penelitian tersebut diberlakukan. Desain penelitian yang baik dapat memudahkan kita dalam melakukan penelitian. desain penelitian, mengkuti strategi yang digunakan, strategi mengikui pola fikir yang dianut mengiuti paradigma yang digunakan. Dengan demikian, maka desain penelitian dapat digunakan sebagai salah satu alat dan petunjuk konkrit bagaimana melakukan penelitian, baik penelitian kualitatif maupun kuantitatif, maka dari itu, seorang peneliti perlu menyusun sebuah rancangan atau desain penelitian sesuai dengan tata konstruksi perencanaan dan kerangka konseptualisasi yang disusunnya.
Dalam tahap ini, peneliti sudah berhasil menyusun hipotesis (bagi penelitian kuantitatif) atau menetapkan fokus penelitian (pada penelitian kualitatif), sehingga dengan jelas ruang lingkup penelitian yang akan dilakukan, bertitik tolak dari hipotesis atau fokus penelitian inilah, desain penelitian disusun
Pada dasarnya perbedaan antara desain penelitian kualitatif dan kuantitatif adalah  pada keleluasaan peneliti dalam menjalankan rancangan penelitiannya, jika pada penelitian kualitatif peneliti memiliki kebebasan dalam menentukan langkah dalam proses penelitiannya (tak terikat oleh rencana awal) maka pada penelitian kuantitatif yang terjadi adalah sebaliknya, peneliti harus mengikuti seluruh rancangan yang sejak awal telah dibuat.Penelitian kuantitatif juga pada umumnya ingin mencari tahu hubungan dua variabel atau lebih yang telah dijelaskan terlebih dahulu hakikatnya menurut teori yang dijadikan landasan, sedangkan penelitian kualitatif lebih kepada mencari penjelasan atas suatu hal yang belum dijelaskan secara eksplisit dalam teori manapun, sehingga peneliti tak menjadikan teori manapun sebagai landasan baku penelitiannya. Selain pada hal-hal tersebut pada dasarnya Desain penelitian kualitatif dan kuantitaif cenderung sama dalam hal strukturnya, namun secara teknis pelaksanaan terdapat beberapa perbedaan terutama dalam hal metode penelitiannya kualitaif atau kuantitatif (telah dibahas pada makalah kelompok  sebelumnya).




DAFTAR PUSTAKA

Moleong Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif,  (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000), Cet. 13.
Kasiram Mohammad, Metodologi Penelitan Kuantitatif-Kuliatatif, (Malang: UIN-Maliki PRESS, 2010),Cet.2.
Muhamad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, Pendekatan Kuantitatif,  (Jakarta: RAJAWALI  PRESS, 2008),Ed.1.









[1]. Lexy J. Moleong, Metodologi Penelitian Kualitatif,  (Bandung: PT Remaja Rosdakarya, 2000), Cet. 13, H.236.
[2]. Mohammad Kasiram, Metodologi Penelitan Kuantitatif-Kuliatatif, (Malang: UIN-Maliki PRESS, 2010),Cet.2, Hlm. 210.

[3]. Mohammad Kasiram, Metodologi Penelitan Kuantitatif-Kuliatatif,  Hlm. 211-212.
[4]. Mohammad Kasiram, Metodologi Penelitan Kuantitatif-Kuliatatif......, H. 214-215.
[5] Muhamad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, Pendekatan Kuantitatif,  (Jakarta: RAJAWALI  PRESS, 2008),Ed.1, Hlm.81-82.
[6] Muhamad, Metodologi Penelitian Ekonomi Islam, Pendekatan Kuantitatif,....... h.82

Tidak ada komentar:

Posting Komentar