MANAGEMENT ORGANISASI
PENDAHULUAN
Sebelum penulis menguraikan APA dan BAGAIMANA MANAGEMENT ORGANISASI, ada baiknya penulis menyampaikan bahwa uraian MANAGEMENT di sini telah penulis ringkas, untuk disesuaikan dengan management yang berlaku di Organisasi PSW. Management di sini tentunya tidak sama dengan management perusahaan atau lembaga-lembaga lain. Namun demikian uraian management di sini masih memuat substansi management secara umum.
Dengan menerapkan ILMU MANAGEMENT kita berharap apa yang menjadi tujuan perjuangan kita dapat tercapai dengan baik. Ini bukan berarti bahwa penerapan ilmu management mesti membawa hasil yang baik. Hal ini disebabkan bahwa Perjuangan yang kita emban adalah perjuangan kesadaran kepada Allah SWT Warosuulihi SAW. sebagaimana yang telah dibimbingkan oleh MUALLIF Sholawat Wahidiyah bahwa keberhasilan perjuangan ini harus disertai dengan memperbanyak mujahadah. Sehingga penerapan ilmu management merupakan faktor lahiriyah yang kita upayakan untuk menuju profesionalisasi organisasi.
PENGERTIAN MANAGEMENT
Pengertian MANAGEMENT yang diberikan para ahli bermacam-macam, antara lain yang di kemukakan oleh :
1. JOHN MILLET : bahwa, management ialah proses pembimbingan dan pemberian fasilitas terhadap pekerjaan orang-orang yang terorganisir dalam kelompok formil untuk mencapai tujuan yang dikehendaki.
2. DES SUHARUA : bahwa, management ialah merupakan proses kegiatan yang dilakukan secara bersama untuk mencapai tujuan, dan management merupakan suatu lembaga dimana dilakukan kegiatan.
3. Management di dalam Penyiar Sholawat Wahidiyah yaitu management yang telah dibimbingkan oleh Hadrotul Mukarrom Muallif Sholawat Wahidiyah dengan menerapkan 6 asas yaitu :
a. Asas pengabdian / dedikasi
b. Asas musyawaroh dan istikhoroh
c. Asas mengutamakan kewajiban dari pada hak
d. Asas taqdimul aham wal aham tsummal anfa’ wal anfa’
e. Asas ta’awun
f. Asas tawakkal
Dari pengertian-pengertian management di atas, maka penulis menyimpulkan bahwa teori management yang disampaikan para ahli itu bisa diterapkan di organisasi kita dengan mendasarkan pada 6 asas yang telah dibimbingkan oleh Hadrotul Mukarrom Muallif Sholawat Wahidiyah.
FUNGSI MANAGEMENT
Fungsi Management menurut para ahli bermacam–macam, namun pada dasarnya pengertiannya hampir sama, hanya istilah yang dipakai berbeda.
Pada garis besarnya fungsi management ada 4 (empat ):
1. Planing / Perencanaan.
Yaitu menentukan garis – garis besar untuk dapat memulai usaha.
2. Organizing / menyusun.
Dalam fase ini di tentukan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai tujuan.
3. Actuating / menggerakkan untuk bekerja.
Dalam fase ini para pelaksana perlu diberi dorongan untuk lebih giat dalam melaksanakan tugasnya dengan bentuk yang bermacam - macam.
4. Controlling / pengawasan.
Controling perlu dilakukan oleh atasan pada bawahan untuk mengetahui sejauh mana keberhasilan dan kegagalan dari tugas-tugas telah dilaksanakan.
PLANNING / PERENCANAAN
Perencanaan menurut G. K. Terry ialah pemilikan dan penghubungan fakta-fakta serta pembuatan dan penggunaan perkiraan-perkiraan / asumsi-asumsi untuk masa yang akan datang dengan jalan menggambarkan dan merumuskan kegiatan-kegiatan yang diperlukan untuk mencapai hasil yang diinginkan.
Perencanaan harus berdasarkan pada fakta. Oleh karena itu perlu diadakan penyelidikan pendahuluan agar mendapatkan data yang akurat. Setelah mendapatkannya, baru kemudian menyusun perencanaan.
Disamping itu perencanaan adalah suatu pekerjaan mental yang memerlukan pemikiran imajinasi kesanggupan melihat wawasan ke depan.
Selanjutnya perencanaan masa mendatang memerlukan tindakan-tindakan apa yang dapat dilakukan, jika ada rintangan yang tiba-tiba muncul / kesulitan–kesulitan yang mennganggu lancarnya pekerjaan.
Dalam menyusun perencanaan perlu memperhatikan beberapa aspek di bawah ini :
1. Apa yang kita lakukan.
2. Tempatnya di mana.
3. Kapan dimulainya.
4. Siapa-siapa yang melaksanakan.
5. Bagaimana pelaksanaannya. Hal ini menyangkut target, standar, program, policy, methode, dan prosedur.
Di organisasi kita (PSW) Anggaran Dasar (AD Pasal 1 ayat 10 huruf b) telah menententukan tujuan umum Perjuangan Wahidiyah yaitu terwujudnya keselamatan, kedamaian, kesejahteraan dan kebahagiaan hidup lahir bathin, materiil dan spirituil di dunia dan di akhirat bagi masyarakat bangsa Indonesia dan bagi masyarakat ummat manusia seluruh dunia dengan mengusahakan :
a. Agar supaya ummat masyarakat jami’al ‘alamin (seluruh dunia terutama diri sendiri dan keluarga) kembali mengabdikan diri dan sadar kepada Alloh Subhaanahu wata’aala Tuhan Yang Maha Esa dan Rosul-Nya Shollalloohu ‘Alaihi Wasallam.
b. Agar supaya akhlaq-akhlaq yang tidak baik dan merugikan (terutama diri kita sendiri dan keluarga) segera diganti oleh Alloh Subhaanahu wata’aal dengan akhlaq yang baik dan menguntungkan.
c. Agar tercipta kehidupan dunia dalam suasana aman, damai, saling menghormati, dan saling membantu sesama ummmat manusia segala bangsa.
d. Agar dilimpahkan barokah kepada bangsa dan negara serta segenap makhluq ciptaan Alloh Subhaanahu wata’aala.
Mengenai perencanaaan secara umum, yang berlaku di Organisasi PSW adalah diputuskan oleh Musyawarah Kubro (MUSKUB) yang kita kenal sebagai program 5 tahunan. Program yang dihasilkan oleh MUSKUB satu dan MUSKUB berikutnya, sifatnya berkesinambungan, sehingga diharapkan makin lama makin mendekati pada tercapainya Tujuan Perjuangan Wahidiyah.
ORGANIZING
Pengertian organisasi menurut Lonis Allen ialah Organisasi sebagai proses penentuan dan pengelompokan pekerjaan yang akan dilakukan, menetapkan dan melimpahkan tanggung jawab dan wewenang serta mewujudkan hubungan tanggung jawab dengan maksud untuk memungkinkan orang-orang bekerja sama secara efektif dalam mencapai tujuan.
Dari pengertian di atas, maka organisasi mengandung beberapa obyek :
1. Tujuan yang harus diketahui pertama kali, dari pada suatu kegiatan tanpa adanya tujuan. Karena tujuan kali ini akan memberikan arah pada kegiatan.
2. Pengelompokan pekerjaan / pembagian kerja.
3. Penetapan orang-orang yang akan melakukan tugas / pekerjaan. Dalam menetapkan orang-orang yang akan diberi tugas ini, tentunya dengan memperhatikan kemampuan dan keahlianya. Dalam organisasi PSW penempatan orang-orang untuk mengemban tugas telah didasarkan pada asas dedikasi yang tinggi, tanpa mengeyampingkan kemampuan dan keahlian.
4. Wewenang dan tanggung jawab serta pelimpahannya. Setiap ada tugas / pekerjaan, pasti ada wewenang bagi pelaksananya. Wewenang itu akan membawa hasil baik jika disertai tanggung jawab yang seimbang. Setelah ditentukan orang-orang yang akan diberi tugas maka para petugas itu perlu diberi pelimpahan wewenang dan tanggung jawab. Tanpa adanya pelimpahan wewenang dan tanggung jawab, maka proses management tidak akan ada artinya. Dari pelimpahan wewenang dan tanggung jawab yang semakin meluas itu, maka timbullah sentralisasi dan desentrelisasi.
5. Koordinasi / Kerja sama
Kerja sama dalam melaksanakan tugas itu penting. Hal ini diperlukan proses organisasi untuk mencapai tujuan. Jika koordinasi tidak ada, maka tujuan itu akan sulit dicapai, karena mungkin ada bagian lain yang tidak mau jalan.
ACTUATING / Penggerakan
Menurut G.R. Terry bahwa Penggerakan ialah membangkitkan dan mendorong semua anggota kelompok, agar supaya berkehendak dan berusaha dengan kerja keras untuk mencapai tujuan dengan ikhlas serta serasi dengan perencanaan dan usaha pengorganisasian dari pihak pimpinan.
Dilihat dari pengertian tersebut, maka yang paling berperan dalam penggerakan adalah pimpinan / manajer. Bentuk kegiatan pergerakan ini bermacam-macam, antara lain instruksi–petunjuk / pengarahan intensif dan sebagainya.
CONTROLLING / Pengawasan
Menurut Drs. Sukarna bahwa arti controlling yang paling tepat adalah pengawasan. Karena pengawasan mencakup pengertian pembimbingan, penertiban, pengaturan pemeriksaan, dan pengendalian.
Dalam management, controlling mempunyai peranan yang penting sekali.
A. Maksud dan tujuan Controlling / Pengawasan ialah :
1. Untuk mengetahui jalanya pekerjaan, apakah lancar atau tidak.
2. Untuk memperbaiki kesalahan-kesalahan yang dibuat oleh petugas dan mengusahakan pencegahan agar tidak terulang kesalahan yang sama atau timbulnya kesalahan yang baru.
3. Untuk mengetahui apakah penggunakan budget yang telah di terapkan dalam plaining terarah pada sasarannya dan sesuai dengan yang ditentukan.
4. Untuk mengetahui apakah pelaksanaan biaya sesuai dengan program (fase / tingkat pelaksanaan ) seperti yang telah di tentukan dalam planing atau tidak.
5. Untuk mengetahui hasil pekerjaan dengan membandingkan sesuatu yang telah di tetapkan dalam rencana (standar ).
6. Untuk mengetahui apakah pelaksanaan kerja sesuai dengan prosedur dan kebijaksanaan yang telah ditentukan.
B. Alat Controlling
Alat controlling banyak, namun kiranya yang sesuai untuk diterapkan pada organisasi kita antara lain :
1. Laporan kegiatan baik tertulis maupun lesan. Laporan tertulis lebih baik sebab bila manager / kepala tidak ada, maka wakilnya bisa menggantikan pemeriksaan laporan tersebut.
2. Formulir khusus.
3. Menggunakan peta / grafik.
4. Menggunakan Standar.
PENUTUP
Demikian uraian singkat yang bisa penulis paparkan, yang tentunya uraian ini masih jauh dari kesempurnaan hal ini disebabkan karena banyaknya keterbatasan yang ada pada penulis, terutama keterbatasan SDM.
Untuk itu saran dan kritik membangun dari semua pihak sangat kami harapkan. Semoga tulisan yang serba singkat ini mendapat ridlo dari Allah SWT wa Rosulihi SAW serta mendapat nadroh dari Ghoutsu Hadzaz Zaman Rodliyalloohu'anhu. Sehingga membuahkan manfaat dan barokah yang sebanyak-banyaknya terutama untuk perjuangan yang kita emban.
Segala kekurangan, kesalahan baik menyangkut penulisan ataupun bahasa, penulis mohon maaf yang sebesar-besarnya.
وبا الله التوفيق والهداية ومن الرسول صلى الله عليه وسلم الشفاعة والتربية
ومن الغوث رضى الله عنه النظرة والبركة
Kediri,05Januari 2003
Penulis
Dra.Hj.TatiekFarikhah
KetuaDPPPSW