Sabtu, 18 Mei 2013

MEMAHAMI KONDISI KEUANGAN DAN PERENCANAAN KEUANGAN



MEMAHAMI KONDISI KEUANGAN DAN PERENCANAAN KEUANGAN


Makalah Ini Di Susun Untuk Memenuhi Tugas Akhir Dalam
Perkuliahan Semestester VI


Mata Kuliah :
Managemen keuangan



Oleh :
Ahmad Jazilul Irfan

Dosen Pembimbing :
Wening Purbatin Palupi S, S. Psi, M. BA.

SEKOLAH TINGGI AGAMA ISLAM AT-TAHDZIB (STAIA)
JURUSAN SYARI’AH PRODI MU’AMALAH
NGORO-JOMBANG 2013






BAB I
PENDAHULUAN
A.  Latar belakang
Manajemen keuangan memiliki peran dalam kehidupan perusahaan ditentukan oleh perkembangan ekonomi kapitalisme. Pada awal lahirnya kapitalisme sebagai system ekonomi pada abad 18, manajemen keuangan hanya membahas topic rugi-laba. Analis harus memahami keadaan ekonomi, peraturan, iklim politik dan budaya dimana perusahasan tersebut beroperasi.Analis harus mempertimbangkan perkembangan industry perusahaan dan para pesaingnya ketika melakukan penilaian kinerja keuangan.Pandangan tersebut memerlukan ilmu mengenai strategi bisnis, kebijakan manajemen, sistem informasi, kemampuan produksi, hubungan dengan pegawai, jaringan distribusi, dan jalur pemasaran, meskipun faktor-faktor tersebut berada di luar lingkup dari laporan keuangan. Analis harus menjawab seperti pertanyaan-pertanyaan berikut:
        i.            Bagaimana tingkat sentisitifitas dari aktivitas perusahaan terhadap perubahan kondisi ekonomi yang ada saat ini?
      ii.            Bagaimana keadaan industri dimana perusahaan beroperasi? Apakah berada dalam tahap permulaan, perkembangan atau penurunan?
    iii.            Siapa saja yang menjadi pesaing utama perusahaan?
    iv.            Apakah manajemen dan para pegawainya dilatih dengan baik?
      v.            Apakah dalam perencanaan perusahaan ada pengenalan produk atau strategi penembusan pasar?
Salah satu komponen managemen keuanagan adalah Laporan keuangan, laporan keuangan dipersiapkan untuk memberikan gambaran, kondisi, atau laporan kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara : fakta yang telah dicatat (recorded fact), prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting converntion and postulate), pendapat pribadi (personal judgement).
Setelah melaporkan data keuangan dari suatu perusahaan maka suatu perusahaan akan dengan mudah meramalkan kondisi perusaan dimasa yang akan datang. Dan nanti dari makalah kami nanti akan menguraikan bagaiman kondisi atau laporan keuangan yang kemudian diteruskan dengan peramalan keuangan.



B.  Rumusan masalah
1.         Bagaiman pengertian meliputi para pakar ahli finance terhadap kondisi atau laporan keuanagan?
2.         Jenis laporan keungan serta penjelasanya?
3.         Bagaiman fungsi laporan keunangan dan ramalan keuangan?
4.         Bagaiman mamahami perencanaan keuanagan?
5.         Bagaimana cara atau metode meramalkan suatu perusahaan?

C.  Manfaat makalah
1.         Agar mahasiswa dapat memahami ruang lingkup laporan keuangan atau kondisi keuangan!
2.         Mahasiswa mampu meramalkan keuangan peruasahaan!
3.         Mahasiswa dapat mengidentifikasi sehat dan tidaknya suatu perusahaan!


BAB II
PEMBAHASAN

A.  Pengertian Kondisi keuangan (laporan keuangan)
Menurut Mamduh M. Hanafi dan Abdul Halim, dalam buku Analisis Laporan Keuangan (2002:63), Laporan Keuangan adalah laporan yang diharapkan bisa memberi informasi mengenai perusahaan, dan digabungkan dengan informasi yang lain, seperti industri, kondisi ekonomi, bisa memberikan gambaran yang lebih baik mengenai prospek dan risiko perusahaan.
Dalam Standar Akuntansi Keuangan (PSAK) Laporan Keuangan adalah: “Laporan yang menggambarkan dampak keuangan dari transaksi dan peristiwa lain yang diklasifikasikan dalam beberapa kelompok besar menurut karakteristik ekonominya”. (IAI, 2002 : par 47)
Menurut Sofyan S. Harahap, dalam buku Analisa Kritis Atas Laporan Keuangan (2006:105), laporan keuangan adalah laporan yang menggambarkan kondisi keuangan dan hasil usaha suatu perusahaan pada saat tertentu atau jangka waktu tertentu.
Berdasarkan beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Laporan Keuangan adalah: Merupakan produk akuntansi yang penting dan dapat digunakan untuk membuat keputusan-keputusan ekonomi bagi pihak internal maupun pihak eksternal perusahaan, dan merupakan potret perusahaan, yaitu dapat menggambarkan kinerja keuangan maupun kinerja manajemen perusahaan, apakah dalam kondisi yang baik atau tidak, Merupakan rangkaian aktivitas ekonomi perusahaan yang diklasifikasikan, pada periode tertentu.
Dalam upaya untuk membuat keputusan yang rasional, pihak ekstern perusahaan maupun pihak intern perusahaan seharusnya menggunakan suatu alat yang mampu menganalisis laporan keuangan yang disajikan oleh perusahaan yang bersangkutan, Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan gambaran, kondisi, atau laporan kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara : fakta yang telah dicatat (recorded fact), prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting converntion and postulate), pendapat pribadi (personal judgement).
B.  Ruang Lingkup Laporan Keuangan
Laporan Keuangan adalah catatan informasi keuangan suatu perusahaan pada suatu periode akuntansi yang dapat digunakan untuk menggambarkan kinerja perusahaan tersebut. Laporan keuangan adalah bagian dari proses pelaporan keuangan.Laporan keuangan yang lengkap biasanya meliputi :
  1. Neraca
  2.  Laporan Laba Rugi
  3. Laporan Perubahan Ekuitas, Laporan Perubahan Posisi Keuangan yang   dapat  disajikan berupa Laporan Arus Kas atau Laporan Arus Dana
  4.  Catatan dan laporan lain serta materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan
Unsur yang berkaitan secara langsung dengan pengukuran posisi keuangan adalah aktiva,kewajiban,dan ekuitas. Sedangkan unsur yang berkaitan dengan pengukuran kinereja dalam laporan laba rugi dan penghasilan adalah penghasilan dan beban.Laporan posisi keuangan biasanya mencerminkan berbagai unsur laporan laba rugi dan perubahan dalam berbagai unsur neraca.

C.  Jenis - Jenis Laporan Keuangan 

      Jenis laporan keuangan utama dan pendukung laporan keuangan terdiri atas :
  1. Daftar Neraca yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
  2.  perhitungan Laba/Rugi yang menggambarkan jumlah hasil, Biaya dan Laba/Rugi perusahaan pada suatu periode tertentu.
  3. Laporan Sumber dan Penggunaan dana. Di sini dimuat sumber dan pengeluaran perusahaan selama satu periode
  4.  Laporan Arus Kas. Disini digambarkan sumber dan penggunaan kas dalam suatu periode.
  5. Laproan harga pokok produksi yang menggambarkan berapa dan unsur apa yang diperhitungkan dalam harga pokok produksi usatu barang.
  6.  Laporan Laba Ditahan, menjelaskan posisi laba ditahan yang tidak dibagikan kepada pemilik saham.
  7.  Laporan Perubahan modal, menjelaskan perubahan posisi modal baik saham dalam Perseroan Terbatas atau Modal dalam perusahaan perseroan.

Dari beberapa janis laporan keuangan tersebut di atas, akan diuraikan sebagai berikut:Laporan Neraca (Posisi Keuangan), Laporan neraca atau daftar 
  1. Harta, Aktiva (Asset), Asset adalah harta yang dimiliki perusahaan yang berperan dalam operasi perusahaan misalnya kas, persediaan, aktiva tetap, aktiva yang tak terwujud, dan lain-lain. Pengertian asset ini dikemukakan oleh berbagai pihak sebagai berikut : Menurut Accounting Principal Board (APB) Statement (1970:132) dikemukakan bahwa : “kekayaan ekonomi perusahaan, termasuk didalamnya pembebanan yang ditunda, yang dinilai dan diakui sesuai prinsip akuntansi yang berlaku.”Selanjutnya Financial Accounting Standard Board (FASB) (1985) memberikan definisi sebagai berikut :“asset adalah kemungkinan keuntungan ekonomi yang diperoleh atau dikuasai di masa yang akan datang oleh lembaga tertentu sebagai akibat transaksi atau kejadian yang lalu.”
  2.  Kewajiban/utang (Liabilities)Menurut definisi yang diberikan oleh APB bahwa : “kewajiban ekonomis dari suatu perusahaan yang diakui dan dinilai seusuai prinsip akuntansi. Kewajiban disini termasuk juga saldo kredit yang ditunda yang bukan merupakan utang atau kewajiban.”Berdasarkan definisi di atas, maka kewajiban  ekonomis bagi perusahaan adalah diartikan sebagai penyerahan harta atau jasa di masa yang akan datang. Selanjutnya FASB memberikan definisi kewajiban sebagai berikut :“….kemungkinan pengorbanan kekayaan ekonomis di masa yang akan datang yang timbul akibat kewajiban perusahaan sekarang untuk memberikan harta atau memberikan jasa kepada pihak lain di masa yang akan datang sebagai akibat suatu transaksi atau kejadian yang sudah terjadi.”
  3.  Modal Pemilik (Owner’s Equity), Equity adalah suatu hak yang tersisa atas aktiva suatu lembaga (entity)  setelah dikurangi kewajibannya. Kategori modal bagi setiap perusahaan dapat berbeda yaitu pada perusahaan perseorangan nilai modal ini merupakan modal pemiliknya sendiri. Sedangkan dalam perusahaan perseroan terdiri dari modal setor dan modal dari pendapatan (retained Earnings).
  4.  Laporan Laba rugi (Profit & Loss), Committee on Terminology memberikan definisi laba sebagai jumlah yang berasal dari pengurangan harga pokok produksi, biaya lain, dan kerugian dari penghasilan atau penghasilan operasi. Sedangkan menurut APB Statement mengartikan laba rugi sebagai kelebihan/defisit penghasilan di atas biaya selama suatu periode akuntansi.
Dari definisi tersebut di atas, maka laba rugi merupakan selisih positif atau selisih negatif yang diperoleh dari operasi dan non-operasional perusahaan terhadap biaya dalam satu periode akuntansi yang menyebabkan perubahan dalam posisi equity (net asset) perusahaan. Hal ini dipertegas lagi oleh FASB Statement dengan mendefinisikan Accounting Income atau Laba akuntansi sebagai perubahan dalam equity (net asset) dari suatu entity selama suatu periode tertentu yang diakibatkan oleh transaksi dan kejadian atau peristiwa yang berasal dari bukan pemilik. Isi/komponen laporan laba rugi terdiri atas :
  1. Pendapatan/hasil (Revenue)Pendapatan/hasil (revenue) merupakan hasil penjualan/penyerahan jasa oleh perusahaan kepada langganan atau penerima jasa. Menurut  Harahap (2002:114) mengemukakan bahwa :“suatu penghasilan akan diakui sebagai pendapatan pada periode kapan kegiatan utama yang perlu untuk menciptakan dan menjual barang dan jasa itu telah selesai.” Definisi tersebut memberi penekanan pengakuan pendapatan dari sisi waktu. Ditinjau dari sisi waktu maka pengakuan pendapatan tersebut dapat digunakan alternatif ; (1) selama produksi, (2) pada saat proses produksi selesai, (3) pada saat penjualan/penyerahan jasa, (4) pada saat penagihan Kas.
  2. Biaya (Expense), Menurut APB mendefinisikan sebagai penurunan gross dalam asset  atau kenaikan gross dalam kewajiban yang diakui dan dinilai menurut prinsip akuntansi yang diterima yang berasal dari kegiatan mencari laba yang dilakukan perusahaan. Sedangkan menurut FASB mendefinisikan expense  sebagai arus keluar aktiva, penggunaan aktiva atau muculnya kewajiban atau kombinasi keduanya selama suatu periode yang disebabkan oleh pengiriman barang, pembuatan barang, pembebanan jasa, atau pelaksanaan kegiatan lainnya yang merupakan kegiatan utama perusahaan. Penggolongan biaya terdiri atas ; (biaya yang dihubungkan dengan penghasilan pada periode itu, (2) biaya yang dihubungkan dengan periode tertentu yang tidak dikaitkan dengan penghasilan, (3) biaya yang akrena alasan praktis tidak dapat dikaitkan dengan periode manapun.
  3. Laba rugi Insidentil (Insidentil Gains & Insidentil Loses), Menurut FASB Gains adalah naiknya nilai Equity  dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari transaksi atau kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selam satu periode tertentu kecuali yang berasal dari hasil atau investasi dari pemilik. Sedangkan Loses  adalah turunnya equity dari transaksi yang sifatnya insidentil dan bukan kegiatan utama entity dan dari seluruh transaksi kejadian lainnya yang mempengaruhi entity selama periode tertentu kecuali yang berasal dari biaya atau pemberian kepada pemilik (prive).
  4. Pos Luar Biasa (Extraordinary item), Pos luar biasa merupakan kejadian atau transaksi yang mempengaruhi secara materiil yang tidak diperkirakan terjadi berulang kali dan tidak dianggap merupakan hal yang berulang dalam proses operasiyang biasa dari sautu perusahaan. Menurut PAI kriteria Pos luar biasa ini adalah : (1) bersifat tidak normal (tidak biasa), artinya memiliki tingkat abnormalitas yang tingi dan tidak berhubungan dengan aktivitas perusahaan sehari-hari, (2) tidak sering terjadi, atau tidak diharapkan akan terjadi di masa yang akan datang. Selanjutnya menurut Michael A. Diamond (1993:23) bahwa : “…The four main financial statement are the balance sheet, the income stattement, the retained earnings statement, and the statement of cash flows.”Definisi tersebut di atas menunjukkan bahwa diantara berbagai laporan keuangan yang biasanya disajikan oleh perusahaan, maka ada empat diantaranya merupakan laporan keuangan utama yang lazim digunakan yaitu : laporan neraraca, laporan laba-rugi, laporan laba ditahan, dan laporan arus kas. 

D.  Pengertian Perencanaan Keuangan
Perencanaan merupakan tindakan yang dibuat berdasarkan fakta dan asumsi mengenai gambaran kegiatan yang dilakukan pada waktu yang akan datang dalam mencapai tujuan yang diinginkan. Perencanaan adalah proses penyusunan tujuan-tujuan perusahaan dan pemilihan tindakan-tindakan yang akan dilakukan untuk mencapai tujuan yang telah ditetapkan (Supriyanto, 1994:4).
          Perencanaan keuangan merupakan aspek penting dari operasi dan sumber penghasilan perusahaan karena memberikan petunjuk yang mengarahkan, mengkoordinasikan dan mengontrol kegiatan perusahaan untuk mencapai tujuan. Dua aspek penting dalam proses perencanaan keuangan :1. Perencanaan uang tunai, meliputipersiapan dari penyusunan budget kas perusahaan. 2. Perencanaan laba, perencanaan laba perusahaan yang dibuat dalam bentuk laporan keuangan proforma.Kedua hal tersebut tidak hanya berguna bagi perencanaan keuangan intern tetapi juga dibutuhkan bagi pemberi pinjaman baik sekarang maupun yang akan datang.(Sundjaja dan Barlian, 2003:162).
       Perencanaan laba berpusat pada pembuatan laporan proforma. Laporan proforma, merupakan proyeksi laporan keuangan yang terdiri dari neraca dan laporan rugi laba suatu perusahaan. Dua input yang diperlukan untuk menyusun laporan proforma dengan menggunakan pendekatan yang sederhana yaitu : a) laporan keuangan untuk tahun sebelumnya dan b) ramalan penjualan tahun yang akan datang.
Perencanaan keuangan berhubungan dengan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian. Kepala bagian finansial harus selalu mengadakan forecasting (peramalan dan pengiraan) terhadap masa yang akan datang tersebut dengan tepat, meliputi perencanaan finansial jangka panjang (long range financial planning) dan perencanaan-perencanaan jangka pendek (short range financial planning). Salah satu keuntungan yang diperoleh dari adanya perencanaan finansial adalah dihindarkannya pemborosan-pemborosan yang diakibatkan oleh adanya aktivitas yang sangat kompleks.(Gitosudarmo dan Basri, 1999:265).
      Perusahaan-perusahaan yang dijalankan dengan baik umumnya mendasarkan rencana operasi mereka pada seperangkat ramalan laporan keuangan. Proses perencanaan dimulai dengan ramalan penjualan untuk masa lima tahun mendatang atau lebih. Aktiva dibutuhkan untuk memenuhi target penjualan itu ditentukan dan keputusan diambil dengan mempertimbangkan bagaimana aktiva yang dibutuhkan itu akan dibiayai.

E.  Bentuk Perencanaan Keuangan
Bentuk-bentuk rencana keuangan dapat secara lengkap dapat diuraikan sebagai berikut:
1.    Neraca adalah: “Suatu daftar aktiva, kewajiban dan modal pemilik perusahaan pada tanggal tertentu yang biasanya pada tanggal terahir suatu bulan atau tahun”.neraca sering juga disebut laporan posisi keuangan merupakan suatu daftar yang menggambarkan aktiva (harta kekayaan), kewajiban dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu[1].Jadi tujuan neracaadalah untuk menunjukkan posisi keuangan suatu perusahaan pada suatu tanggal tertentu, biasanya pada waktu buku-buku ditutup dan ditentukan sisanya pada suatu akhir tahun fiskal atau tahun kelender, sehingga neraca sering disebut balance sheet.
Pengertian tersebut diatas menunjukkan bahwa posisi keuangan perusahaan yang dimaksud adalah keadaan asset (harta) yang dimililki perusahaan dan juga sumber-sumber dari mana asset diperoleh baik dari liabilities (hutang) dan owner’s equity (modal sendiri).Neraca (balance sheet) merupakan laporan keuangan yang menggambarkan besar kecilnya asset (harta), liabilities (hutang) dan modal perusahaan pada suatu saat tertentu yaitu pada saat neraca tersebut disusun yaitu pada waktu dimana buku-buku fiskal atau tahun kalender.
Kegunaan dari neraca menurut Kieso dan Weygandt (1995:252) adalah untuk:
    1. Perhitungan tingkat pengembalian.
    2. Pengevaluasian struktur modal perusahaan
    3. Penilaian likuiditas dan fleksibilitas dari keuangan tersebut, artinya bahwa untuk mengadakan pertimbangan tertentu atas resiko perusahaan dan untuk menilai arus kas masa depan, seseorang harus menganalisa neraca dan menentukan likuiditas perusahaan dan fleksibilitas keuangan. Likuiditas menggambarkan jumlah waktu yang diperlukan untuk berlalu sampai dari suatu harta direalisasikan atau sebaliknya dikonversi menjadi uang kas dan sampai suatu hutang harus dibayarkan. Pada dasarnya fleksibilitas keuangan adalah kemampuan suatu perusahaan untuk mengambil tindakan efektif guna mengubah jumlah dan waktu arus kas sehingga ia dapat tanggap terhadap kebutuhan dan peluang yang tidak terduga.
Beberapa keterbatasan neraca menurut Smith dan Skousen (1993:151), adalah sebagai berikut:
a.    Pengukuran biaya historis perusahaan menunjukkan nialai pasar yang ada pada tanggal terjadinya transaksi dan kejadian-kejadian. Namun demikian, jika harta tertentu ternyata berubah dengan tajam setelah tanggal perolehannya, maka angka-angka neraca tidak relevan lagi untuk mengevaluasi nilai perusahaan.
b.    Suatu masalah yang berkaitan dengan neraca adalah kestabilan nilai rupiah sebagai satuan standar pengukur akuntansi. Karena adanya perubahan-perubahan harga umum dalam ekonomi, rupiah tidak menunjukkan suatu daya beli yang konstan. Pada hal nilai-nilai historis sumber daya dan kekayaan dinyatakan dalam neraca tidak disesuaikan dengan perubahan-perubahan daya beli satuan pengukuran. Hasilnya adalah suatu neraca yang mencerminkan harta, hutang dan kekayaan dalam satuan daya beli yang berbeda-beda.
c.    Keterbatasan lainnya dari neraca juga berkaitan dengan kebutuhan pembanding, dimana perusahaan-perusahaan tidak mengklasifikasikan dan melaporkan pos-pos yang serupa secara sama. Sebagai contoh, nama dan klasifikasi perkiraaan bervariasi, beberapa perusahaan membuat lebih terperinci dari pada yang lain, dan beberapa perusahaan dengan transaksi yang benar-benar sama ternyata melaporkan secara berbeda-beda. Perbedaan tersebut mengakibatkan pembandingan sulit dilakukan dan mengurangi nilai potensial analisa neraca.
d.   Neraca juga dianggap memiliki beberapa kelemahan dalam bidang lainnya, terutama akibat masalah pengukuran beberapa sumber daya dan kewajiban tidak dilaporkan pada neraca.
2.    Laporan Laba Rugi
Laporan rugi laba merupakan suatu laporan sistematis tentang pendapatan/ hasil usaha, beban, laba perusahaan atau rugi yang diperoleh oleh suatu perusahaan selama periode tertentu. Menurut Keiso dan Waygandt (1995:177), perhitungan laba rugi adalah: “Laporan yang mengukur keberhasilan operasi perusahaan untuk suatu periode waktu tertentu.” Pentingnya perhitungan laba rugi karena beberapa alasan, alasan utamanya adalah bahwa laporan yang membantu mereka dalam meramalkan jumlah, waktu dan ketidak pastian dari arus kas masa depan. Ramalan yang akurat akan arus kas masa depan membantu investor untuk menilai ekonomi perusahaan dan kreditur sehingga dapat menentukan profitabilitas dari pembayaran kembali sahamnya terhadap perusahaan.Perhitungan laba rugi membantu pemakai laporan keuangan untuk meramalkan arus kas masa depan dalam beberapa cara yang berbeda (Keiso dan Waygandt, 1995:179)
a.    Investor dan kreditor dapat menggunakan informasi pada perhitungan laba rugi untuk mengevaluasi prestasi masa lalu perusahaan. Keberhasilan pada masa yang akan datang kecenderungan penting dapat ditentukan. Artinya jika suatu korelasi antara prestsi masa lalu dan masa depan dapat diasumsikan, maka prediksi atas arus kas masa depan dapat dibuat dengan kenyakinan tertentu.
b.    Perhitungan laba rugi membantu pemakai menentukan resiko (tingkat ketidakpastian) dari tidak mencapai arus kas tertentu. Informasi mengenai berbagai komponen laba pendapatan, beban, keuntungan dan kerugian menyoroti hubungan di antara berbagai komponen ini. Komponen ini memungkinkan seseorang, misalnya untuk menilai secara lebih baik perubahan dalam permintaan akan produk suatu perusahaan terhadap penetapan beban.

F.   Metode Peramalan Keuangan
Model yang dapat digunakan dalam peramalan keuangan yaitu meliputi :
1.    Metode rasio konstan (constant ratio method) merupakan suatu metode untuk meramalkan laporan keuangan dan kebutuhan keuangan di masa mendatang, dengan asumsi asumsi rasio-rasio keuangan tertentu akan tetap konstan (Brigham dan Houston, 1999:120).
2.    Metode regresi linier, Metode ini mencari hubungan regresi dari variabel dependen (semua pos aktiva dan pasiva yang terkait dengan penjualan) dengan variabel independen (tingkat penjualan) dan menyatakan hubungan tersebut dalam persamaan regresi (Husnan, 1992). Regresi adalah suatu model matematis yang dapat digunakan untuk mengetahui pola hubungan antara dua variabel atau lebih. Tujuan utama analisis regresi adalah untuk membuat ramalan nilai suatu variabel (variabel dependen) jika nilai variabel lainna (variabel independen) sudah ditentukan (Algifari, 1997 :112).
Untuk meramalkan nilai suatu variabel dependen bila variabel independen diketahui digunakan persamaan garis regresi dengan persamaan sebagai berikut :
Y = a + bX
Keterangan :
Y = adalah variabel dependen
a  = adalah intersep (titik potong kurva terhadap sumbu Y)
b  = adalah kemiringan (slope) kurva linier
X  = adalah variabel independen
Berdasarkan persamaan di atas dapat digunakan untuk menaksir nilai Y, jika nilai a, b, dan X diketahui. Nilai a merupakan nilai Y yang dipotong oleh kurva linier pada sumbu vertikal Y (a adalah nilai Y, bila X = 0). Nilai b adalah kemiringan  (slope) kurva linier yang menunjukkan besarnya perubahan nilai Y sebagai akibat perubahan setiap unit nilai X. Besarnya nilai a dan b konstan sepanjang kurva linear.    
Persamaan regresi digunakan untuk meramal nilai pos-pos tersebut untuk masa yang akan datang. Dari sini dapat disusun neraca proforma untuk tahun yang akan datang. Dengan mengurangkan total kewajiban dari total aktiva pada neraca proforma ini, kebutuhan tambahan dana untuk tahun yang akan datang dapat ditentukan.       
3.    Metode prosentase penjualan, adalah metode untuk mengembangkan laporan laba rugi proforma yang menyatakan harga pokok penjualan, biaya operasi dan biaya bungan sebagai prosentase dari penjualan yang sudah diproyeksikan (Sundjaja dan Barlian,  2003:173).
Metode ini meramal aktiva dan pasiva untuk periode mendatang sebagai prosentase dari ramalan penjualan.Prosentase yang dipergunakan bisa diambil dari laporan keuangan yang terbaru dari penjualan berjalan (current sales), atau dari perhitungan rata-rata beberapa tahun, atau dari penilaian analis, atau dari kombibasi sumber-sumber tersebut. Setelah ramalan untuk pos-pos yang terkait dengan penjualan didapat, hasil tersebut diterapkan pada formula ,matematis yang telah ditetapkan untuk menentukan kebutuhan dana. Rumus untuk meramal kebutuhan dana menggunakan metode prosentase penjualan sebagai berikut: (Weston dan Copeland,  1992:320).
Dana ekstern yang dibutuhkan =
Keterangan :
 = Harta yang bertambah secara spontan sesuai dengan pendapatan   atau penjualan total yang dinyatakan dalam prosentase dari pendapatan (penjualan) total.
=  Kewajiban yang betambah secara spontan sesuai dengan pendapatan total yang dinyatakan dalam presen dari pendapatan atau penjualan total.
      =  Perubahan dalam pendapatan atau penjualan total.
           =  Marjin laba terhadap penjualan.
 =   Proyeksi pendapatan untuk tahun itu.
            =   Rasio retensi laba.



G. Perencanaan Keuangan dan Penganggaran
Untuk mendapatkan perkiraan yang lebih akurat mengenai jumlah dan waktu dari kebutuhan
 dana perusahaan dimasa yang akan datang, kita membutuhkan anggaran kas.
Fungsi Anggaran bagi perusahaan =
1.    Menunjukkan jumlah dan waktu akan kebutuhan dana perusahaan dimasa yang akan datang.
2.    Memberikan dasar untumk melakukan tindakan perbaikan jika jumlah dalam anggaran tidak cocok dengan jumlah yang sebenarnya terjadi.
3.    Anggaran memberikan dasar evaluasi atas kinerja perusahaan.Anggaran Kas mewakili rencana detil arus kas dimasa yang akandatang dan disusun atas 4 unsur : penerimaan kas, pengeluaran kas, perubahan bersih dalam kas untuk periode tersebut, dan kebutuhan dana yang baru.



BAB III
PENUTUP


A.      Kesimpulan
Laporan keuangan dipersiapkan atau dibuat dengan maksud untuk memberikan kondisi, gambaran, atau laporan kemajuan (Progress Report) secara periodik yang dilakukan pihak manajemen yang bersangkutan. Jadi laporan keuangan adalah bersifat historis serta menyeluruh dan sebagai suatu progress report laporan keuangan terdiri dari data-data yang merupakan hasil dari suatu kombinasi antara : fakta yang telah dicatat (recorded fact), prinsip dan kebiasaan-kebiasaan di dalam akuntansi (accounting converntion and postulate), pendapat pribadi (personal judgement).Jenis laporan keuangan utama dan pendukung laporan keuangan diantaranya terdiri atas :
1.      Daftar Neraca yang menggambarkan posisi keuangan perusahaan pada suatu tanggal tertentu.
2.      perhitungan Laba/Rugi yang menggambarkan jumlah hasil, Biaya dan Laba/Rugi perusahaan pada suatu periode tertentu.
Perencanaan keuangan berhubungan dengan masa depan yang penuh dengan ketidakpastian. Kepala bagian finansial harus selalu mengadakan forecasting (peramalan dan pengiraan) terhadap masa yang akan datang tersebut dengan tepat, meliputi perencanaan finansial jangka panjang (long range financial planning) dan perencanaan-perencanaan jangka pendek (short range financial planning). Salah satu keuntungan yang diperoleh dari adanya perencanaan finansial adalah dihindarkannya pemborosan-pemborosan yang diakibatkan oleh adanya aktivitas yang sangat kompleks.(Gitosudarmo dan Basri, 1999:265).
Model yang dapat digunakan dalam peramalan keuangan yaitu meliputi : Metode rasio konstan (constant ratio method), Metode regresi linier, dan Metode prosentase penjualan.



DAFTAR PUSTAKA

Jusup Haryono, Dasar-Dasar Akutansi, (2005,penerbit, Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi  Ypkn,Yogyakarta), Cet. Ke_5.
Gitosudarmo Dan Basri, 1992, Manajemen Keuangan,Edisi Ketiga, Penerbit Bpfe Yogyakarta.
Hanafi, Mamduh, M & Halim, Abdul, 2000, AnalisaLaporanKeuangan.Upp Amd Ykpn, Yogjakarta.
Tampubolon, Manahan, 2005, ManajemenKeuangan (Finance Management), Cetakan Pertama, Penerbit Ghalia Indonesia: Bogor.
Munawir, 2002, AnalisaLaporanKeuangan, Edisi Keempat, Cetakan Ketigabelas Penerbit Liberty: Yogyakarta.
Ridwan Dan Barlian, 2004, ManajemenKeuangan, Edisi Kelima, Cetakan Kedua, Penerbit Atas Kerjasama Penulis Dengan Yayasan Honda Motor.
Weston & Brigham, 1991, Dasar-DasarManajemenKeuangan, Edisi Ketujuh, Jilid Pertama, Penerbit Erlangga Jakarta.







[1]Haryono  Jusup, Dasar-Dasar Akutansi, (Yogyakarta: Sekolah Tinggi Ilmu Ekonomi  YPKN, 2005), Cet. Ke_5, Hlm 21.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar